Peluang Trading Futures di Tahun 2018

Peluang Trading Futures di Tahun 2018

Tahun 2017 akan berakhir dan banyak kejadian yang mempengaruhi pasar global. Faktor geopolitik merupakan faktor terbesar dan sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi global di tahun ini, seperti memanasnya semenanjung Korea, kebijakan – kebijakan serta pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, perundingan masalah Brexit, kebijakan OPEC dan kemerdekaan Catalonia dari Spanyol. Di lain sisi bank sentral diseluruh negara di dunia, terutama negara maju, berusaha memulihkan perekonomian negaranya dengan berkaca pada pertumbuhan ekonomi global serta kebijakan moneter The Fed. Tidak ada yang salah dengan kebijakan moneter dinegara negara maju pada tahun 2017 karena kita bisa melihat bahwa sejak bulan Januari 2017 setelah China mengadakan devaluasi dan berimbas kepada pertumbuhan ekonomi global menjadi melemah, dan di pertengahan tahun masing -masing bank sentral mengeluarkan kebijakan moneter yang cukup akomodatif, sehingga pertumbuhan ekonomi global mulai membaik sampai diakhir tahun ini.Tingkat kesulitan dan ketidakpastian di tahun 2017 hanya berasal dari faktor geopolitik, dan jika ini bisa diredam pada tahun 2018 maka kita dapat memprediksi arah besar market di tahun depan.

 

US Dollar

Kita sudah mengetahui bersama bahwa The Fed dibawah pimpinan Janet Yellen telah menaikan suku bunga sebanyak 5 kali dan 3 kali diantaranya di tahun 2017. Kebijakan moneter The Fed memang sangat mengacu kepada mandat yang diterimanya sejak tahun 2009 dimana kongres senat Amerika Serikat menargetkan kepada The Fed untuk menurunkan tingkat pengangguran dibawah 6% dan menaikan laju tingkat inflasi yang mencapai 2%. Dengan strategi kebijakan moneter yang terarah dari Ben Bernanke maka Janet Yellen tinggal memantau hasil dari skenario besar yang sudah ditetapkan oleh pendahulunya.

Bulan Febuari 2018 Janet Yellen akan turun tahta dan akan diganti oleh Jerome Powell yang merupakan salah satu anggota dewan gubernur The Fed tahun 2012 dibawah kepemimpinan Janet Yellen. Secara umum maka Jerome Powell yang telah di nominasikan oleh Presiden Amerika sebagai pengganti Janet Yellen, setidaknya akan mempunyai padangan dan mengerti akan skenario besar kebijakan moneter The Fed kedepannya. Maka banyak ekonom memprediksikan bahwa di tahun 2018, The Fed akan kembali menaikan suku bungannya 2 – 3 kali. Jika dilihat dari kemungkinan faktor kebijakan fiskal dari pemerintah Amerika Serikat , kita dapat melihat adanya suatu yang positif, dimana reformasi pajak yang sudah di setujui kongres dapat membuat para investor akan lebih memilih Amerika sebagai tempat berbisnis dan berinvestasi dibandingkan dengan di negara eropa.

Untuk faktor Geopolitik memang agak sulit kita memprediksinya tetapi ketidakpastian di Amerika banyak berasal dari pernyataan pernyataan yang dilontarkan oleh Presiden Donald Trump sendiri. Apabila di tahun 2018, pernyataan pernyataan sejenis dapat diminimalisasi maka faktor geopolitik tidak dapat mengganggu kebijakan moneter yang telah dirancang oleh The Fed.

Open BUY US Dollar dalam jangka waktu panjang, merupakan salah satu alternative yang dapat menjadi acuan di tahun 2018. Memang akan terjadi pelemahan mata uang US Dollar diawal awal tahun dan pertengahan tahun diprediksikan US Dollar akan menguat secara signifikan.

 

EURUSD

            Euro Central Bank merupakan bank sentral yang menjalankan transparansi kebijakan moneter di bandingkan bank sentral di negara lain di dunia. Setelah melakukan Quantitative Easing selama 2 tahun maka ECB memutuskan untuk melakukan taper ditahun 2017 dan akan kembali melakukannya di tahun 2018. Seluruh kebijakan moneter ECB dibawah pimpinan Mario Draghi ini, sangat kental dengan kebijakan moneter yang diambil oleh The Fed, dimana The Fed melakukan QE disaat perekonomian negara Amerika mulai dilanda krisis dan mulai melakukan Taper disaat perekonomian mulai terlihat membaik.

Dibutuhkan waktu untuk mengatakan bahwa ekonomi eropa sudah membaik secara keseluruhan, mengingat resiko faktor geopolitik di eropa masih tetap tinggi jika tidak dapat dikendalikan oleh para pemimpin negara negara uni eropa. Perundingan Brexit, Kemerdekaan Catalonia, atau bahkan permintaan otonomi seperti Lombardy dan Venice dari Italia akan timbul dikemudian hari.

Open BUY EURUSD merupakan peluang di tahun 2018 dan tentunya ini akan sangat terkait erat dengan pelemahan US Dollar diawal tahun. Resiko hanya akan terjadi disaat faktor geopolitik mulai memasuki wilayah uni eropa.

 

USDJPY

            Bank of Japan merupakan bank sentral kedua yang mengikuti semua skenario kebijakan moneter The Fed, setelah Euro central Bank. Setelah ECB mengadakan QE dan sudah mencapai Taper, maka BoJ yang menerapkan suku bunga -0,1% / tahun dan melakukan QE 80-90 Trilliun yen / bulan, diakhir tahun lalu mengatakan bahwa tidak akan menambahkan QE yang ada. Tentunya ini akan menjadi suatu signal dipasar uang bahwa dengan data ekonomi yang membaik, BoJ akan melakukan Taper kedepannya.

Faktor geopolitik sangat erat dengan negara sakura ini. Korea utara yang selalu meluncurkan bom hydrogen, selalu menjadikan negara Jepang adalah sasaran tembaknya, sehingga investorpun akan mempunyai kekhawatiran jika harus menanamkan modal nya di Jepang. Walaupun kita sudah melihat bahwa akhir - akhir ini Korea Utara sudah mulai lunak karena mendapat sanksi PBB dan tekanan dari China, agar menghentikan percobaan peluru kendali antar benua yang berkepala Nuklir.

Sell USDJPY merupakan peluang diawal tahun 2018 karena kita melihat mata uang ini kembali melemah diakhir tahun 2017 walaupun kita melihat adanya pelemahan US Dollar.

Masih ada beberapa pair di perdagangan Futures yang dapat dijadikan peluang dalam jangka waktu medium atau bahkan jangka panjang di tahun 2018. Kita ikuti saja perkembangan perdagangan Futures yang merupakan bisnis perdagangan paling sempurna karena dapat dilakukan dimana saja, kapan saja dan oleh siapa saja tanpa mengenal umur, agama, pendidikan dan lainnya.

 

“SELAMAT HARI NATAL DAN TAHUN BARU 2018”

Menyerupai

Bank of England

Kebanyakan trader menghindar jika akan ada berita besar dan itu adalah suatu hal yang wajar…

gbp
Strong US Dollar?

Pelemahan US Dollar akhir akhir ini cukup membuat banyak para pelaku pasar mulai ragu, apakah US Dollar dapat menguat kedepannya atau bahkan akan melanjutkan pelemahan…

Populer

Pengarahan pagi untuk 21 Juni

Dua hari terakhir ini berlalu tanpa rilis data utama, namun dengan ketidakpastian politik Inggris yang lebih banyak (pemerintah Inggris masih belum terbentuk), Mark Carney yang sangat dovish dibebani dengan penurunan harga minyak yang signifikan.

Daftar promosi FBS yang pastinya

Deposit dengan sistem pembayaran bank lokal DI INDONESIA

Ditelepon kembali

Manajer kami akan menghubungi Anda

Merubah nomor

Permintaan Anda diterima.

Manajer kami akan menghubungi Anda

Internal error. Silahkan coba lagi

Anda menggunakan versi browser lama Anda.

Perbarui ke versi terbaru atau coba yang lain untuk pengalaman trading yang lebih aman, lebih nyaman dan produktif.

Safari Chrome Firefox Opera